Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer







Meneladani Kecerdasan dan Kebijaksanaan Arya Wiraraja: Catatan Refleksi Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep di SDN Banjar Barat I


 Pagi yang cerah menyelimuti halaman sekolah kami di SDN Banjar Barat I. Semilir angin pedesaan yang sejuk berpadu dengan derap langkah penuh khidmat dari para guru dan murid yang berdiri tegak dalam barisan. Kami berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah yang teramat agung: Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Bagi saya, Ibu Ismawati, S.Pd.SD., M.Pd. selaku kepala sekolah, bertindak sebagai pembina upacara di hadapan keluarga besar sekolah tercinta bukan sekadar rutinitas seremonial. Di hadapan tatapan mata anak-anak kami yang berbinar dan penuh rasa ingin tahu, terselip tanggung jawab moral untuk menautkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan yang sedang mereka rajut. Peringatan hari jadi kali ini saya maknai secara mendalam melalui tema amanat: Meneladani Sikap, Kecerdasan, dan Kebijaksanaan Arya Wiraraja sebagai Pemimpin Pertama Sumenep.

Sejarah mencatat, pada 31 Oktober 1269, tonggak kepemimpinan di bumi Songennep resmi dipancangkan dengan dilantiknya Arya Wiraraja (Banyak Wide) oleh Raja Kertanegara. Arya Wiraraja bukan sekadar sosok pemimpin wilayah, melainkan seorang ahli strategi ulung, negarawan berwawasan luas, dan pemikir cerdas yang kiprah diplomasinya disegani di seluruh Nusantara. Beliau membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin tidak semata terletak pada senjata atau kekuasaan fisik, melainkan pada ketajaman akal budi, kecerdasan siasat, ketenangan jiwa, serta keluhuran akhlak.

Dalam amanat upacara tadi, saya mengajak seluruh peserta—khususnya anak-anak didik kami—untuk memetik nilai-nilai keteladanan dari sang adipati pertama:

Pertama, Kecerdasan Berpikir dan Visi yang Luas. Arya Wiraraja adalah tokoh yang gemar belajar dan memahami peta peradaban. Untuk anak-anak kami di desa Banjar Barat, pesan ini sangat relevan: keterbatasan fasilitas atau letak geografis bukanlah halangan untuk berpikir besar. Kecerdasan dibangun dari ketekunan membaca, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemauan keras untuk terus menuntut ilmu demi kemajuan daerah.

Kedua, Sikap Tenang dan Bijak dalam Mengambil Keputusan. Di tengah dinamika zaman kuno yang penuh gejolak, Wiraraja dikenal piawai merajut diplomasi dan mendamaikan perselisihan dengan kepala dingin. Kualitas budi pekerti ini adalah cermin dari ajaran andhap asor dan tata krama luhur Madura yang harus terus dihidupkan di ruang-ruang kelas kita setiap hari.

Ketiga, Cinta Tanah Air dan Tanggung Jawab Moral. Menjadi bagian dari Sumenep berarti mewarisi tanah peradaban yang kaya akan nilai spiritual dan kebudayaan. Membangun Sumenep masa depan dimulai dari langkah kecil di sekolah: saling menghormati, menjaga kebersihan lingkungan, tekun belajar, dan berbakti kepada orang tua serta guru.


Ketika bendera berkibar dan upacara ditutup dengan doa bersama, saya memandangi wajah-wajah polos siswa-siswi kami. Di sanalah masa depan Sumenep sedang bertumbuh. Sekolah kami mungkin berada di pelosok desa yang tenang, tetapi harapan dan tekad kami setinggi langit.

Selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep tercinta. Mari kita teruskan api keteladanan Arya Wiraraja: melahirkan generasi yang cerdas akalnya, mulia akhlaknya, dan santun budi pekertinya, demi Songennep ka budhina se sajan bajjra tor barokah. Amiin ya Robbal Alamiiin 

 




Posting Komentar untuk " "